Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech
/home / ai / Suku Bunga KPR Naik di Tengah...
AI

Suku Bunga KPR Naik di Tengah Desakan Trump untuk Penurunan Bunga

Ilustrasi kenaikan suku bunga KPR di Amerika Serikat di tengah tekanan politik.

Ilustrasi kenaikan suku bunga KPR di Amerika Serikat di tengah tekanan politik.

Berdasarkan pantauan redaksi, suku bunga pinjaman jangka panjang di Amerika Serikat terus merangkak naik meskipun Presiden Donald Trump berulang kali melontarkan kritikan dan menuntut agar bank sentral menurunkan suku bunga acuannya. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, tren kenaikan ini tidak lepas dari dinamika ekonomi yang lebih luas serta tingginya persaingan pendanaan antara korporasi dan pemerintah.

Menurut para ekonom, perekonomian Amerika Serikat saat ini tumbuh secara stabil dan bahkan cenderung berakselerasi di tengah inflasi yang masih tinggi. Perusahaan-perusahaan teknologi besar kini meminjam dana dalam jumlah masif untuk membiayai pembangunan pusat data, sementara pemerintah federal masih mengalami defisit anggaran tahunan yang cukup besar. Kondisi tersebut mendorong kenaikan suku bunga terlepas dari kebijakan yang diambil oleh Federal Reserve.

Berdasarkan laporan dari Los Angeles Times, era suku bunga dan inflasi rendah yang berlangsung selama hampir 15 tahun pasca-Resesi Besar telah berakhir. Rata-rata suku bunga KPR untuk tenor 30 tahun dilaporkan telah mencapai 6,95 persen pekan lalu, yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari satu setengah tahun terakhir.

Joe Brusuelas selaku chief economist di RSM menyatakan bahwa perubahan ini didorong oleh pergeseran struktural dari ekonomi prapandemi yang lesu menuju kondisi saat ini. "Kami telah menjalani transformasi struktural ekonomi, dan perubahan rezim pada inflasi serta suku bunga adalah hasilnya," ujar Brusuelas menjelaskan situasi tersebut.

Menurut analisis pasar, lonjakan belanja dan investasi ini turut mendongkrak imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang atau Treasury 10-tahun yang bersaing ketat untuk mendapatkan pemberi pinjaman. Imbal hasil obligasi tersebut bahkan sempat melewati angka 5 persen tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2023, jauh sebelum Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social sempat mendesak agar suku bunga di Amerika Serikat diturunkan menjadi 1 persen setelah Federal Reserve menaikkan suku bunganya. Kendati demikian, sejumlah kebijakan pemerintah termasuk konflik yang memicu kenaikan harga energi dinilai turut berkontribusi dalam menahan laju penurunan biaya pinjaman tersebut.

"Presiden boleh saja mengatakan ingin suku bunga turun selagi ia terus mendorong kebijakan-kebijakan yang justru menaikkan suku bunga," ungkap Elizabeth Pancotti, selaku wakil presiden bidang kebijakan, advokasi, dan riset di Groundwork Collaborative.

Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.