Pergerakan pasar keuangan global terpantau lebih tenang menjelang akhir pekan seiring meredanya laporan keuangan perusahaan di London serta fokus investor bursa saham Amerika Serikat yang beralih pada rilis data non-farm payrolls sore hari ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, indeks FTSE 100 di bursa saham Inggris merangkak naik dipimpin oleh saham-saham sektor pertambangan dan pertahanan. Sementara itu, bursa saham di Frankfurt dan Paris menunjukkan pergerakan serupa, meskipun indeks S&P 500 sebelumnya ditutup melemah akibat lonjakan harga minyak mentah.
Harga minyak mentah Brent kembali berada di atas 82 dolar AS per barel setelah penundaan pembukaan kembali Selat Hormuz memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Situasi ini turut memengaruhi imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan sentimen para pelaku pasar terhadap langkah bank sentral berikutnya.
Menurut analis pasar, saat ini terdapat probabilitas sekitar 54 persen bahwa bank sentral Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga pada bulan September mendatang. Rilis data tenaga kerja terbaru diprediksi akan menjadi penentu utama arah ekspektasi suku bunga tersebut dalam waktu dekat.
Di sisi lain, dinamika kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Federal Reserve juga diwarnai oleh tantangan tersendiri dalam menyeimbangkan data ekonomi yang kuat dengan tekanan inflasi dan mandat kebijakan yang ada. Kondisi ini membuat para investor tetap berhati-hati dalam menempatkan aset mereka di tengah ketidakpastian pasar global.