Harga minyak dunia kembali mencatatkan kenaikan pada perdagangan Jumat, sementara mayoritas bursa saham global justru melemah. Kondisi ini dipicu oleh memudarnya optimisme pasar terkait kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, menyusul laporan bahwa Iran berencana melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi jalur perairan strategis tersebut sebagai bagian dari kesepakatan dengan Oman.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, pasar sempat menikmati tren positif di awal pekan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pembatalan serangan terhadap Iran dan mengisyaratkan adanya kesepakatan yang dekat. Namun, optimisme tersebut buyar setelah kantor berita Fars melaporkan bahwa Iran akan berupaya mencegah kapal-kapal AS dan Israel menggunakan selat yang menjadi jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global itu.
Menurut para analis, perkembangan terbaru ini membuat pelaku pasar meragukan apakah penguatan harga yang terjadi di awal pekan dapat dipertahankan. "Kita perlu melihat angka yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin agar pasar bisa terus bergerak naik," ujar Clark Bellin dari Bellwether Wealth menanggapi pentingnya data ketenagakerjaan AS yang akan segera dirilis.
Sementara itu, kekhawatiran mengenai inflasi kembali membayangi kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve. Michael Hewson dari Market Insights menambahkan bahwa fokus utama pasar saat ini tertuju pada data indeks harga konsumen (CPI) bulan Juli untuk melihat apakah terdapat bukti lebih lanjut mengenai tekanan harga yang melambat. "Kekhawatiran yang lebih besar adalah volatilitas harga yang terus-menerus dapat membuat harga stabil pada angka dasar yang lebih tinggi," jelasnya.
Dari pantauan pasar, bursa saham Seoul, Tokyo, Sydney, Wellington, Taipei, Bangkok, dan Mumbai terpantau melemah. Sebaliknya, indeks di Hong Kong, Shanghai, Singapura, dan Jakarta mencatatkan kenaikan tipis. Di pasar energi, West Texas Intermediate naik 0,9 persen menjadi US77,97perbarel,sementaraBrentNorthSeaCrudemenguat1,2persenkeposisiUS83,46 per barel.