Indeks ekuitas domestik India ditutup melemah pada akhir perdagangan akhir pekan setelah mengalami aksi ambil untung secara luas serta tekanan jual di sektor-sektor utama, khususnya perbankan swasta dan saham keuangan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan data perdagangan, indeks BSE Sensex merosot 455,59 poin atau 0,58 persen ke level 78.499,17. Sementara itu, NSE Nifty 50 terkoreksi 65,35 poin atau 0,27 persen dan harus ditutup di level 24.570,65.
Menurut Head of Research Geojit Investments Limited, Vinod Nair, sentimen pasar masih terjaga dalam level hati-hati akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang membuat harga minyak mentah tetap volatil.
Berdasarkan pantauan tim redaksi, komoditas emas justru mengalami penguatan yang didorong oleh meningkatnya permintaan aset lindung nilai (safe-haven) serta pelemahan dolar Amerika Serikat di tengah penantian data tenaga kerja non-pertanian.
Meskipun pasar menghadapi tekanan koreksi, kinerja keuangan sejumlah emiten unggulan di dalam negeri terpantau solid. Vinod Nair menambahkan bahwa performa kuat dari SBI memberikan pilar dukungan penting bagi sektor perbankan dan pasar secara keseluruhan.
Dari pantauan redaksi terhadap bursa regional Asia, pergerakan bursa saham terpantau bervariasi. Sejumlah indeks seperti Nikkei 225 di Jepang, GIFT Nifty, KOSPI di Korea Selatan, dan Taiwan Weighted ditutup di zona merah.
Sebaliknya, beberapa bursa tetangga seperti Hang Seng di Hong Kong, Straits Times di Singapura, dan Shanghai Composite di Tiongkok justru berhasil mencatatkan penguatan di tengah dinamika global yang berlangsung.