Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / berita / Investasi Rp 160 Juta di IPO SpaceX,...
BERITA

Investasi Rp 160 Juta di IPO SpaceX, Berapa Nilainya Sekarang?

Peluncuran roket SpaceX yang menandai kesuksesan IPO komersial antariksa milik Elon Musk

Peluncuran roket SpaceX yang menandai kesuksesan IPO komersial antariksa milik Elon Musk

Perusahaan teknologi antariksa milik Elon Musk, Space Exploration Technologies (SPCX), terus menarik perhatian global setelah melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Berdasarkan pantauan redaksi, langkah SpaceX mengalokasikan lebih dari 20 persen sahamnya untuk investor ritel menjadi daya tarik tersendiri, mengingat porsi ritel pada IPO umumnya hanya berkisar antara 5 hingga 10 persen.

Banyak investor berbondong-bondong mengincar saham SpaceX demi mendapatkan eksposur langsung pada bisnis pertumbuhan yang dipimpin oleh Elon Musk. Bagi investor yang berhasil membeli saham pada harga penawaran IPO sebesar 135 dolar AS dengan total investasi 10.000 dolar AS (sekitar Rp 163 juta), nilai investasi tersebut kini telah mengalami perubahan yang menarik untuk dicermati.

Menurut laporan dari TMFAdriaCimino di fool.com, nilai investasi 10.000 dolar AS tersebut saat ini telah tumbuh menjadi 11.800 dolar AS (sekitar Rp 192 juta). Hal ini terjadi setelah saham SPCX melesat sekitar 18 persen dari harga IPO ke level 160 dolar AS pada perdagangan 2 Juli 2026. Meski mencatatkan keuntungan, kenaikan ini dinilai belum terlalu masif jika dibandingkan dengan antusiasme besar yang mengiringi debut pasarnya pada 12 Juni lalu.

Dari pengamatan tim redaksi, SpaceX langsung menargetkan kapitalisasi pasar hingga satu triliun dolar AS sejak awal peluncurannya. Berbeda dengan raksasa teknologi lain seperti Nvidia dan Amazon yang membutuhkan waktu puluhan tahun serta profitabilitas matang untuk mencapai angka tersebut, SpaceX justru masih berada dalam tahap awal pertumbuhan yang membutuhkan modal besar.

Berdasarkan data keuangan internal, lini bisnis SpaceX di sektor antariksa, konektivitas, dan kecerdasan buatan (AI) berhasil meraup pendapatan sebesar 18 miliar dolar AS pada tahun lalu. Namun akibat tingginya pengeluaran modal untuk pengembangan teknologi, perusahaan belum mampu mencetak laba bersih dan harus melaporkan kerugian sebesar 4,9 billion dolar AS.

Meskipun SpaceX sukses meluncurkan roket dengan booster yang dapat digunakan kembali dan mengalami pertumbuhan langganan internet satelit Starlink, investasi besar-besaran tetap diperlukan untuk mencapai misi ambisius seperti kolonisasi Mars. Faktor risiko ini dinilai dapat menahan laju perusahaan untuk segera mencapai profitabilitas dalam waktu dekat.

Melalui IPO historis ini, SpaceX berhasil mengumpulkan dana sebesar 75 miliar dolar AS yang menjadikannya sebagai peluncuran pasar terbesar dalam catatan sejarah. Nilai tersebut kemudian bertambah hingga melampaui 85 miliar dolar AS setelah pelaksanaan opsi penjatahan lebih atau overallotment beberapa hari kemudian.

Bagi investor yang sudah masuk sejak IPO, para analis menyarankan untuk memantau kinerja jangka panjang perusahaan ketimbang mengharapkan keuntungan kilat dalam semalam. Mengingat tingginya risiko teknologi dan finansial SpaceX, investor publik diimbau untuk cermat mengawasi laporan laba rugi mendatang guna melihat perkembangan pertumbuhan pendapatan serta efisiensi belanja modal mereka.

// TOPICS
#spacex #elon_musk #ipo #saham_teknologi #pasar_modal #investasi
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.