Berdasarkan pantauan tim redaksi, kehadiran Steam Machine sebagai perangkat hibrida antara konsol dan PC dari Valve berhasil menarik perhatian para gamer. Kendati demikian, berbagai kendala teknis dan ekspektasi performa yang meleset mulai dikeluhkan oleh para penggunanya di berbagai forum komunitas.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Nichols deCourville dalam ulasannya, salah satu dilema awal bagi pembeli adalah memilih antara varian penyimpanan NVMe SSD 512GB atau 2TB. Mengingat ukuran gim modern saat ini sangat besar, kapasitas penyimpanan menjadi isu krusial yang harus dipertimbangkan secara matang sejak awal.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa masalah pada mode tidur atau sleep/wake juga sempat mengganggu kenyamanan pengguna. Kendati Valve telah merilis pembaruan firmware untuk mengatasi masalah HDMI dan penurunan kinerja CPU, beberapa pengguna masih melaporkan kendala performa tertentu.
Selain itu, keterbatasan VRAM sebesar 8GB GDDR6 menuai kritik karena dianggap kurang optimal untuk mengejar target resolusi 4K. Berdasarkan ulasan dari PC World yang ditulis oleh Michael Crider, beberapa gim berbasis Unreal Engine 5 mengalami penurunan frame rate yang cukup drastis pada resolusi tinggi.
Faktor harga yang dibanderol mulai dari ribuan dolar juga membuat sebagian gamer berpikir ulang untuk membelinya. Berdasarkan perbandingan di pasaran, beberapa alternatif seperti merakit PC sendiri atau membeli laptop gaming bekas dinilai memberikan nilai lebih yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan.