Berdasarkan pantauan redaksi, pasar aset berisiko global mengalami lonjakan signifikan setelah harga Bitcoin (BTC) berhasil menembus level USD 86.500 pada perdagangan 22 September. Pergerakan positif ini sekaligus memecahkan area resisten yang sempat menahan laju harga kripto utama tersebut sepanjang sebagian besar bulan September di tengah dinamika pasar keuangan global.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan dari bursa dan data pasar, penguatan ini terjadi secara bersamaan dengan pencapaian rekor tertinggi baru pada indeks Nasdaq Composite yang melonjak hingga 2,26 persen dalam reli harian terkuatnya sejak bulan Juni. Dari pantauan tim redaksi, sektor semikonduktor menjadi motor utama penggerak pasar, di mana saham Intel mencatatkan kenaikan hingga 12 persen sementara AMD melesat sekitar 10 persen hingga kapitalisasi pasarnya menembus angka USD 1 triliun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 22 September menyatakan optimismenya terhadap prospek geopolitik global. "I believe we'll make a deal right after the election because it doesn't make sense for them not to," ujar Trump, mengindikasikan harapan tercapainya kesepakatan dengan Iran pasca pemilu paruh waktu bulan November mendatang yang diprediksi turut berdampak pada pasokan minyak dan inflasi.
Berdasarkan analisis data on-chain, sentimen pasar secara keseluruhan kini berada dalam fase optimis yang kuat menyusul total kapitalisasi pasar kripto global yang sukses melewati ambang batas USD 3 triliun. Indeks Crypto Fear & Greed tercatat berada di level 79 yang menunjukkan area keserakahan yang tinggi, sementara Altcoin Season Index berada di angka 49 yang mencerminkan dominasi Bitcoin masih memimpin tren pergerakan pasar saat ini.