Berdasarkan pengamatan dari pergerakan pasar komoditas global, harga minyak dunia mengalami penurunan di bawah level psikologis $100 per barel pada perdagangan hari Rabu. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa perwakilan Amerika Serikat dan Iran telah melangsungkan perundingan yang sangat baik di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan data perdagangan di sesi awal Asia, harga minyak mentah Brent sebagai patokan internasional terpangkas ke level $98,91 per barel. Sementara itu, kontrak utama minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat ikut melemah ke posisi $89,93 per barel, melanjutkan tren di bawah $100 sejak konflik di Timur Tengah memanas pada bulan Februari.
Pertemuan bilateral selama tiga jam tersebut dinilai sangat produktif oleh pihak Gedung Putih, bahkan kedua negara dikabarkan telah menjadwalkan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat. Kendati demikian, ketegangan geopolitik masih membayangi jalur pasokan energi global, mengingat Iran hingga saat ini masih menutup Selat Hormuz sementara Amerika Serikat memberlakukan blokade tandingan di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dari pantauan redaksi, meredanya ketegangan harga minyak ini juga didukung oleh laporan bahwa Arab Saudi bersiap memulihkan operasional pipa ekspor East-West yang sebelumnya sempat ditutup akibat serangan pesawat nirawak. Perusahaan energi nasional Saudi Aramco dikabarkan mulai bersiap melayani pengiriman minyak mentah dari pelabuhan Laut Merah ke sejumlah kilang di Asia.
Menurut Stephen Innes selaku analis dari Quintex Intel, pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sinyal penting yang menggeser fokus pasar dari kekhawatiran eskalasi murni menuju proses diplomasi yang nyata. Meskipun kesepakatan final masih memerlukan waktu panjang, pasar merespons positif sinyal penurunan tensi geopolitik tersebut di tengah dinamika ekonomi global yang terus memantau pertemuan tingkat tinggi berikutnya.