Berdasarkan pantauan redaksi, nilai tukar dolar Amerika Serikat terpantau mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan akhir pekan ini. Pergerakan tersebut terjadi seiring dengan meredanya harga minyak dunia yang turut mengurangi tekanan inflasi global.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pengamatan tim redaksi, penurunan ini membawa indeks dolar menuju posisi terendah terbesarnya dalam kurun waktu tiga minggu terakhir. Meskipun harga minyak masih bertahan di atas angka USD 100 per barel, para pejabat Federal Reserve tetap menyuarakan kewaspadaan tinggi terhadap laju inflasi yang berkelanjutan.
"Kami melihat adanya indikasi kuat bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan," ujar salah satu pengamat pasar keuangan dalam laporannya.
Di sisi lain, mata uang yen Jepang justru mencatatkan lonjakan yang cukup tajam terhadap dolar. Penguatan ini terjadi menyusul pernyataan tegas dari otoritas Jepang dan Amerika Serikat yang kembali menegaskan komitmen bersama demi menjaga stabilitas nilai tukar di pasar global.
Dari pantauan lanjutan di bursa valuta asing, para pelaku pasar kini tengah mencermati berbagai sinyal kenaikan suku bunga lanjutan dari bank sentral Amerika Serikat yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun ini.