Obligasi Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya mengalami tekanan mendapatkan dukungan signifikan dari penurunan harga minyak global yang dipicu oleh harapan meredanya ketegangan geopolitik melalui potensi gencatan senjata antara AS dan Iran.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, imbal hasil (yield) US Treasury tercatat mengalami penurunan tipis seiring dengan melemahnya harga komoditas energi tersebut, yang memberikan sedikit kelegaan bagi para pelaku pasar obligasi di tengah volatilitas ekonomi global.
Di sisi lain, pasar saham di Amerika Serikat tetap menunjukkan performa yang tangguh dan bertahan di zona hijau. Kenaikan ini didorong oleh kuatnya optimisme investor terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta prospek perbaikan pasokan energi global.
Namun, di balik ketahanan pasar keuangan tersebut, tingkat kepercayaan konsumen di Amerika Serikat justru merosot ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Menurut pengamatan tim redaksi, penurunan ini terutama disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat terhadap laju inflasi yang terus menggerus daya beli.
Sementara itu, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terpantau bervariasi di pasar keuangan internasional. Mata uang Paman Sam tersebut tercatat melemah terhadap yen Jepang, namun tetap bertahan kuat terhadap euro di tengah spekulasi pasar mengenai potensi kenaikan suku bunga lanjutan dari the Federal Reserve.