Berdasarkan pantauan redaksi, pasar keuangan global kembali mengalami gejolak signifikan setelah investor portofolio asing atau Foreign Portfolio Investors (FPI) berbalik arah menjadi penjual neto pada bulan September. Langkah penarikan dana besar-besaran ini terjadi di tengah sentimen ketidakpastian global, tingginya suku bunga di Amerika Serikat, serta lonjakan harga minyak mentah dunia yang membebani pasar ekuitas India.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan data dari Central Depository Services Ltd, tekanan jual tersebut bahkan berlanjut hingga awal Oktober, di mana investor asing tercatat menarik dana segar dalam jumlah masif dari instrumen ekuitas. Gelombang penarikan ini menjadi kontras tajam setelah pada dua bulan sebelumnya, yakni Juli dan Agustus, pasar saham India sempat menikmati masuknya arus modal asing yang cukup kuat.
Akibat aksi jual terbaru ini, total akumulasi penarikan dana oleh investor asing dari pasar saham India sepanjang tahun 2026 telah mencapai angka yang sangat fantastis, jauh melampaui total arus keluar pada tahun sebelumnya. Dari pengamatan tim redaksi, volatilitas nilai tukar mata uang serta perpindahan alokasi aset turut mempercepat laju pelarian modal dari pasar berkembang.
Menurut Rajesh Singla selaku fund manager & CEO Alpha AMC, fenomena tersebut dipicu oleh berbagai faktor eksternal yang kompleks. Ia menyatakan, "Kondisi ini terjadi karena harga minyak yang tinggi di tengah risiko pasokan terkait Selat Hormuz, pelemahan nilai tukar rupee, imbal hasil obligasi AS yang kokoh, aksi ambil untung, serta rotasi investasi menuju pasar Asia Utara yang didorong oleh sektor kecerdasan buatan."