Berdasarkan pantauan redaksi, pasar saham India mengalami tekanan jual yang cukup masif pada perdagangan hari Kamis, 24 September 2026, yang dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah global serta sentimen negatif dari bursa internasional.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Indeks utama BSE Sensex merosot tajam sebesar 1.247,71 poin atau 1.67 persen ke level 73.580,54. Sementara itu, indeks NSE Nifty juga terkoreksi 383,70 poin atau 1.64 persen dan harus puas ditutup di bawah level psikologis 23.100, tepatnya pada posisi 23.063,10.
Dari pantauan tim redaksi pada sektor perdagangan, hampir seluruh komponen saham unggulan mengalami pelemahan signifikan, di mana 29 dari 30 perusahaan penghuni indeks Sensex ditutup di zona merah, termasuk penurunan tajam pada saham Bajaj Finance dan Axis Bank.
Kenaikan harga minyak mentah Brent sebesar 2.36 persen menjadi USD 105.4 per barel turut memperburuk situasi pasar keuangan di India akibat kekhawatiran lonjakan inflasi lanjutan.
Menurut Ponmudi R., CEO Enrich Money, "Penurunan tajam ini didorong oleh kombinasi kenaikan imbal hasil obligasi global dan lonjakan harga minyak mentah yang memicu kehati-hatian investor."
Sementara itu, Vinod Nair selaku Head of Research Geojit Investments Ltd menambahkan, "Tekanan jual di pasar domestik juga tidak lepas dari kekhawatiran terhadap pengetatan kebijakan suku bunga dan sentimen negatif di sektor perbankan serta asuransi."
Di tengah kejatuhan pasar secara umum, perdagangan perdana saham National Stock Exchange of India Ltd (NSE) justru mencatatkan hasil positif dengan ditutup menguat hampir 2 persen di level ₹1,818 setelah sukses menggelar penawaran umum perdana (IPO) senilai ₹22.569 crore.