Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari data finansial terkini, saham Netflix (NFLX) hanya mencatatkan kenaikan sekitar 20% dalam kurun waktu lima tahun terakhir hingga September 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan perbandingan dengan pasar secara keseluruhan, indeks S&P 500 justru mampu melesat hingga 73% dalam periode waktu yang sama, sementara saham Netflix sendiri masih diperdagangkan sekitar 47% di bawah rekor tertinggi puncaknya pada Juni 2025.
Menurut perhitungan historis, jika seorang investor menanamkan modal sebesar USD 10.000 atau sekitar Rp150 juta pada akhir September 2021, nilai portofolio tersebut kini hanya akan berkembang menjadi sekitar USD 12.000 saja saat ini.
Dari pantauan redaksi, meskipun performa sahamnya kurang begitu mengesankan dalam lima tahun terakhir, ukuran bisnis perusahaan justru tumbuh jauh lebih besar dibandingkan tahun 2021 dengan total penjualan mencapai USD 29,7 miliar pada masa itu.
Menurut analisis pasar, kekhawatiran utama investor saat ini bersumber dari tingkat persaingan industri streaming yang sangat ketat di mana para konsumen dihadapkan pada terlalu banyak pilihan platform hiburan.
Ke depannya, pertumbuhan Netflix diprediksi akan mengalami perlambatan seiring dengan tercapainya fase kematangan di pasar utama, sehingga meskipun sahamnya diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba yang relatif murah di level 22,4, para analis menyarankan investor untuk tetap berhati-hati.