Saham PT Chevron Corporation dengan kode emiten CVX terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan awal pekan ini, seiring dengan tren penurunan harga minyak mentah global yang terus berlanjut hingga sesi keempat berturut-turut. Berdasarkan pantauan redaksi, dinamika pasar ini terjadi di tengah penguatan bursa saham AS secara keseluruhan, di mana indeks Nasdaq tercatat menguat sebesar 2,40 persen dan S&P 500 naik 1,37 persen.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Trading Economics, harga minyak Brent diperdagangkan mendekati level USD 95,45 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah Amerika Serikat bergerak di kisaran USD 91,53 per barel. Penurunan ini dipicu oleh para pelaku pasar yang terus memantau perkembangan upaya diplomasi guna mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta adanya indikasi pemulihan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Dari sudut pandang analisis teknikal, pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa saham CVX secara jangka panjang masih berada dalam tren naik (uptrend). Harga saham masih diperdagangkan 11,1 persen di atas rata-rata pergerakan 200 hari atau 200-day Simple Moving Average (SMA) di level USD 184,17 dan 7,1 persen di atas SMA 100 hari pada posisi USD 191,04, serta bertahan di atas SMA 50 hari di level USD 199,33.
Meskipun demikian, pergerakan jangka pendek terlihat lebih bergejolak karena harga berada 1,9 persen di bawah SMA 20 hari di level USD 208,57, yang mengindikasikan bahwa momentum kenaikan telah mendingin setelah reli yang kuat. Berdasarkan data Benzinga Pro, saham Chevron terkoreksi 2,34 persen ke level USD 204,61 pada saat publikasi, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 48,18 yang mencerminkan momentum netral.
Berdasarkan laporan pasar, situasi ini turut dipengaruhi oleh pernyataan pejabat bank sentral Chicago Fed, Goolsbee, mengenai tekanan inflasi dari lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI) dan guncangan pasokan. Namun di sisi lain, penurunan harga minyak mentah justru berhasil menarik tingkat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (Treasury yields) ke level yang lebih rendah pada perdagangan hari Senin.