Presiden Rusia Vladimir Putin tampak sangat yakin bahwa reporter The Wall Street Journal, Evan Gershkovich, benar-benar seorang agen intelijen. Bahkan, dalam sebuah kesempatan, Putin sempat meluapkan kekesalannya dan menyebut sang jurnalis sebagai "idiot" saat mempertahankan penangkapannya di hadapan seorang pemimpin asing.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari kutipan memoir bertajuk This Cursed Beautiful Land: A Russian-American Story yang diterbitkan oleh The Wall Street Journal, Gershkovich membagikan kisah kelam penahanannya. Jurnalis asal Amerika Serikat tersebut harus mendekam di dalam tahanan Rusia selama 16 bulan setelah ditangkap di Yekaterinburg pada Maret 2023 atas tuduhan spionase yang secara konsisten dibantah oleh dirinya, media tempatnya bekerja, serta pemerintah Amerika Serikat.
Menurut catatan hukum setempat, pengadilan Rusia menjatuhkan vonis 16 tahun penjara di koloni hukuman berkeamanan tinggi kepada Gershkovich pada 19 Juli 2024. Setelah akhirnya bebas melalui proses pertukaran tahanan, Gershkovich mengaku sempat menemui seorang pemimpin dunia tanpa nama yang turut serta terlibat dalam negosiasi pembebasannya.
Berdasarkan keterangan dari pemimpin tersebut, Putin menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk bersikeras bahwa sang jurnalis merupakan agen mata-mata yang tertangkap basah melakukan kegiatan terlarang. Ketika pemimpin tersebut mempertanyakan mengapa seorang mata-mata terlatih bisa begitu ceroboh tertangkap dalam operasi jebakan FSB, Putin dilaporkan langsung memukul meja dengan kepalan tangannya.
"Dia seorang idiot. Dia terlalu mencolok," ujar Putin menanggapi pertanyaan tersebut, sebagaimana tertulis dalam memoir Gershkovich. Dari percakapan itu, Gershkovich semakin yakin bahwa Putin secara bulat menelan mentah-mentah versi cerita yang dibuat oleh Dinas Keamanan Federal Rusia atau FSB.
Sebelum penangkapan tersebut terjadi, Gershkovich diketahui sedang gencar melakukan peliputan investigasi mengenai produksi militer Rusia untuk The Wall Street Journal. Ia sempat dua kali mengadakan pertemuan dengan seorang pejabat serikat pekerja pabrik di Yekaterinburg, yang dikenal sebagai salah satu pusat utama industri pertahanan Rusia.
Memasuki pertemuan kedua, narasumber tersebut tiba-tiba membawa salinan tulisan tangan yang diklaim berisi angka-angka produksi tank militer. Tak lama berselang, sejumlah petugas FSB yang mengenakan masker langsung merangsek masuk ke dalam restoran tempat mereka bertemu dan meringkus Gershkovich persis ketika dirinya sedang sibuk mencatat.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa insiden tersebut mengindikasikan adanya skenario terstruktur untuk menjatuhkan kredibilitas jurnalis asing di Rusia. Gershkovich kini meyakini bahwa seluruh rangkaian pertemuan itu merupakan jebakan matang yang dirancang sedemikian rupa untuk meyakinkan Putin agar memberikan lampu hijau atas penangkapannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kremlin dilaporkan belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai komentar oleh kantor berita Reuters terkait isi pengungkapan dalam memoir tersebut. Sementara itu, buku memoar This Cursed Beautiful Land dijadwalkan resmi rilis ke publik melalui penerbit Crown.
Perlu diketahui, pembebasan Gershkovich terjadi pada 1 Agustus 2024 dalam skema pertukaran tahanan terbesar antara Blok Barat dan Rusia sejak era Perang Dingin. Kesepakatan bersejarah tersebut melibatkan pembebasan total 16 tahanan dari pihak Rusia serta delapan orang tahanan dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.