Berdasarkan pantauan redaksi terhadap standar keamanan siber modern, persyaratan pembuatan kata sandi kini semakin ketat dengan tuntutan karakter khusus serta batas minimum yang mencapai 16 karakter. Dari pengamatan tim redaksi, tren ini memaksa pengguna untuk mencari keseimbangan antara kerumitan enkripsi sandi dan kemampuan mengingatnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut teori psikolog Nelson Cowan yang dikutip dari ulasan terkait, memori kerja manusia terbatas pada sekitar empat bagian dalam satu waktu, sehingga panjang sandi 14 hingga 16 karakter yang dipecah menjadi beberapa bagian menjadi pilihan paling ideal. Berdasarkan data layanan pengelola kata sandi Bitwarden, kombinasi karakter yang tepat pada panjang tersebut membuat peretasan dengan cara paksa membutuhkan waktu berabad-abad.
Berdasarkan analisis keamanan digital, penggunaan frasa sandi atau passphrase menjadi solusi alternatif yang sangat efektif untuk menghindari serangan kamus siber. "Frasa sandi jauh lebih aman karena menggunakan rangkaian kata yang tidak biasa sehingga sulit ditebak oleh program peretas otomatis," tulis laporan tersebut.
Kendati penggunaan aplikasi pengelola kata sandi sangat membantu dalam menyimpan belasan sandi yang kompleks, para ahli tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan fisik seperti pengawasan di sekitar pengguna. Berdasarkan catatan keamanan, kombinasi antara perlindungan digital dan sandi yang melekat di dalam ingatan tetap menjadi langkah preventif paling aman.