Perusahaan teknologi finansial global EBANX secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk memperluas ekspansi bisnisnya ke Pakistan yang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester mendatang. Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari rilis resmi perusahaan, langkah ekspansi agresif ini dilakukan menyusul keberhasilan EBANX dalam memasuki sejumlah pasar baru seperti Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Türkiye sepanjang tahun 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam operasionalnya di Pakistan, EBANX akan langsung mengintegrasikan metode pembayaran alternatif populer seperti dompet digital JazzCash dan Easypaisa yang masing-masing telah memiliki lebih dari 50 juta pengguna aktif. Selain itu, perusahaan juga berencana untuk melakukan integrasi dengan sistem pembayaran instan nasional Pakistan yaitu Raast. Menurut data dari State Bank of Pakistan yang dikutip oleh EBANX, volume transaksi Raast menunjukkan lonjakan signifikan dari 371,2 juta pada kuartal ketiga tahun fiskal 2025 menjadi 742,1 juta pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026.
Keputusan EBANX untuk masuk ke pasar Pakistan didasari oleh tingginya permintaan pedagang global serta proyeksi pertumbuhan e-commerce yang sangat pesat. Berdasarkan analisis data World Data Lab, belanja e-commerce di Pakistan diproyeksikan mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 22% setiap tahunnya dari 2026 hingga 2030. Pasar seluler di negara tersebut juga didominasi oleh kepemilikan telepon pintar yang jauh melampaui kepemilikan kartu kredit, sehingga metode pembayaran berbasis akun dan dompet digital menjadi solusi utama bagi para pedagang internasional.
Selain ekspansi ke Asia Selatan, EBANX juga memperkenalkan inovasi baru di kawasan Amerika Latin dan Karibia dengan meluncurkan sistem dekripsi token Apple Pay langsung di dalam infrastruktur internal mereka mulai September 2026. Melalui model baru ini, pihak EBANX akan menangani langsung proses dekripsi, pengelolaan kunci keamanan, serta kepatuhan standar industri kartu pembayaran atau PCI DSS. "Model baru ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi para merchant agar tidak perlu lagi mengelola lapisan dekripsi secara mandiri," ujar perwakilan EBANX.
Data produksi awal yang dirilis oleh EBANX menunjukkan bahwa transaksi dompet digital yang menggunakan tokenisasi mampu mencapai tingkat persetujuan hingga 94,4%, atau lebih tinggi 11 poin persentase dibandingkan transaksi kartu non-token. Berdasarkan pantauan redaksi, inovasi ganda ini menegaskan komitmen EBANX dalam menjawab tantangan fragmentasi pembayaran digital di pasar-pasar berkembang yang mengandalkan dompet digital dan sistem pembayaran instan.