Era teknologi seluler lawas di Amerika Serikat resmi berakhir setelah T-Mobile mematikan jaringan 2G GSM mereka pada Senin, 3 Agustus 2026. Langkah ini menjadikan T-Mobile sebagai operator besar terakhir di negara tersebut yang menghentikan layanan 2G, menyusul AT&T dan Verizon yang telah lebih dahulu melakukannya beberapa tahun lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, keputusan ini berdampak signifikan pada perangkat-perangkat klasik yang masih mengandalkan koneksi 2G, termasuk iPhone generasi pertama. Meskipun iPhone tersebut sebenarnya sudah kehilangan akses ke jaringan utama saat AT&T menutup layanan 2G-nya pada tahun 2017, T-Mobile sempat menjadi satu-satunya celah bagi pengguna perangkat lawas untuk tetap mendapatkan layanan suara.
Pihak operator menyatakan telah melakukan komunikasi intensif dengan pelanggan yang terdampak jauh sebelum penutupan dilakukan. "Kami telah bekerja sama dengan operator global untuk mempersiapkan transisi ini bagi pelanggan yang masih mengandalkan layanan 2G untuk panggilan suara saat melakukan perjalanan di Amerika Serikat," tulis pernyataan resmi T-Mobile.
Dampak dari pemadaman ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik ponsel lawas. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa berbagai perangkat Internet of Things (IoT), mulai dari alarm panel hingga terminal pembayaran yang masih menggunakan teknologi 2G, kini dipastikan tidak akan berfungsi lagi di jaringan operator tersebut.
Penghentian layanan ini melengkapi transisi teknologi seluler di Amerika Serikat, setelah sebelumnya ketiga operator utama juga telah menghentikan dukungan untuk jaringan 3G pada tahun 2022. Kini, fokus operator sepenuhnya beralih ke jaringan yang lebih modern dan efisien untuk mendukung kebutuhan konektivitas masa depan.