Aplikasi navigasi Waze dan Google Maps memang berada di bawah naungan perusahaan yang sama, yaitu Google. Namun, kedua aplikasi ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam hal visual. Salah satu daya tarik utama Waze yang membuatnya lebih unggul di mata sebagian pengguna adalah kehadiran ikon dan emoji menggemaskan yang telah menghiasi peta digital tersebut selama bertahun-tahun.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, pengguna akan langsung disambut oleh deretan mobil kecil berkarakter saat pertama kali membuka aplikasi Waze. Beberapa ikon tampil santai dengan kacamata hitam, sementara yang lain menggunakan kostum anjing yang ceria. Sepanjang perjalanan, berbagai ikon lain seperti kerucut lalu lintas, polisi, hingga kamera pengawas akan muncul di lokasi-lokasi tertentu secara dinamis.
Perbedaan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan Google Maps. Menurut pengamatan tim redaksi, Google Maps sebenarnya juga dipenuhi oleh berbagai ikon, namun mayoritas berupa penanda tempat dan fasilitas umum. Pengguna Google Maps akan lebih sering melihat ikon keranjang belanja untuk toko swalayan, sendok dan garpu untuk restoran, serta pompa bensin untuk SPBU yang relatif lebih mudah diidentifikasi.
Bagi pengguna yang berencana beralih dari Google Maps ke Waze, memahami arti dari setiap simbol visual ini sangatlah penting karena sifatnya yang kurang intuitif dibanding peta konvensional. Secara umum, elemen visual di Waze terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu "Waze Moods" dan ikon kondisi lalu lintas atau jalan raya.
Waze Moods merupakan ikon mobil kecil berwajah yang sering terlihat di sepanjang rute. Ikon ini berfungsi sebagai avatar publik dari para pengguna Waze atau yang akrab disapa "Wazers". Demi menjaga privasi pengguna, posisi avatar tersebut tidak ditampilkan secara real-time. "Pengendara lain tersebut memang pernah melewati rute yang sama, namun kemungkinan besar mereka sudah tidak berada di titik tersebut saat Moods mereka terlihat di layar Anda," tulis Marinel Sigue dalam laporannya di bgr.com.
Secara default, visualisasi Wazer akan diatur dalam bentuk ikon mobil merah muda yang ceria. Kendati demikian, pengguna dapat mengubahnya dengan mudah ke lebih dari 100 pilihan Moods yang tersedia. Pengguna cukup mengetuk ikon menu di pojok kiri atas, memilih opsi "View profile", lalu membuka menu "Mood" untuk memilih karakter mobil yang diinginkan, mulai dari mobil kuning pemalu hingga mobil dengan corak bendera negara Argentina.
Selain opsi standar, terdapat pula tiga Waze Moods eksklusif yang hanya bisa digunakan oleh para penyunting peta (map editors), yaitu T-rex, 8-bit, dan Robotic. Karakter khusus ini dapat terbuka jika pengguna mendaftarkan akun di Waze Map Editor dan berkontribusi melakukan sejumlah pembaruan data peta digital.
Bagi pengguna yang lebih mengutamakan privasi dan tidak ingin avatarnya terlihat oleh Wazers lain, aplikasi ini menyediakan fitur khusus. Pengguna hanya perlu mengaktifkan opsi "Go invisible" yang terdapat pada halaman profil untuk menyembunyikan eksistensi mereka di sepanjang rute perjalanan.
Keunggulan lain Waze terletak pada sistem pelaporan insiden yang aktif dari komunitasnya. Berdasarkan pantauan redaksi, laporan insiden ini muncul dalam bentuk ikon kamera pengawas kecepatan, kamera lampu merah, hingga kamera polisi seluler. Ada pula simbol fitur jalan seperti perlintasan kereta api, zona sekolah, dan penggabungan jalur yang umumnya mengadopsi bentuk rambu lalu lintas dunia nyata.
Setiap kali melihat ikon insiden di peta, pengguna dapat mengetuk simbol tersebut untuk melihat detail informasi yang lebih lengkap. Fitur ini akan menampilkan lokasi persis insiden, waktu pelaporan, hingga identitas pelapor. Pengguna juga dapat memberikan tanda suka jika merasa informasi yang dibagikan tersebut bermanfaat untuk kelancaran perjalanan mereka.