Setelah penantian selama lima tahun sejak pertama kali diperkenalkan sebagai Project Starline pada tahun 2021, Google akhirnya resmi meluncurkan platform videokonferensi tiga dimensi yang kini dinamai Google Beam. Berdasarkan pantauan redaksi, sistem canggih ini terintegrasi langsung ke dalam perangkat keras rapat video buatan HP yang dinamai HP Dimension, dengan banderol harga mencapai $25.000 per unit untuk tahap peluncuran awalnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Perangkat inovatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman komunikasi yang sangat imersif tanpa memerlukan perangkat penunjang tambahan seperti kacamata khusus. Menurut Irwin Lazar selaku principal analyst di Metrigy, Google Beam "menawarkan potensi keterlibatan 3D yang imersif, tanpa tantangan penggunaan perangkat sandang," sehingga memungkinkan para profesional berinteraksi secara lebih natural dari jarak jauh.
Dari observasi tim redaksi, teknologi ini menggabungkan pencitraan tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan dengan audio spasial untuk menangkap ekspresi mikro serta isyarat nonverbal secara akurat. Meskipun dibanderol dengan harga yang cukup tinggi dan baru tersedia di enam negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, serta Britania Raya, Google optimis perangkat ini dapat menjadi solusi strategis bagi kebutuhan rapat eksekutif tingkat tinggi.
Sejumlah analis industri menilai bahwa hambatan utama adopsi teknologi ini terletak pada harga jualnya yang tinggi serta kebutuhan perangkat yang sama di kedua sisi panggilan. Kendati demikian, Avi Greengart selaku president dan founder di Techsponential mengungkapkan bahwa pengalaman menggunakan Google Beam "benar-benar terasa seperti Anda berbicara dengan seseorang yang berada di belahan dunia lain," memberikan nilai tambah yang signifikan bagi efisiensi bisnis korporasi global.