Berdasarkan pantauan redaksi dari laporan Fool.com, perusahaan kedirgantaraan SpaceX bersiap mengoperasikan tambahan sekitar 450.000 unit unit pengolah grafis atau GPU Nvidia dalam waktu dekat. Berdasarkan informasi dari Barron's, klaster yang terdiri dari 220.000 unit Nvidia GB300 Blackwell dijadwalkan aktif dalam beberapa hari ke depan, disusul gelombang berikutnya pada Oktober mendatang. Penambahan masif ini melengkapi total 780.000 prosesor Blackwell dan Hopper yang sebelumnya telah beroperasi di pusat data milik SpaceX.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut analisis pasar, langkah strategis ini dinilai jauh lebih berdampak signifikan bagi para pemegang saham SpaceX dibandingkan bagi Nvidia sendiri. Meskipun pembelian tersebut mendongkrak pendapatan jangka pendek Nvidia, bagi SpaceX fasilitas komputasi tambahan ini berfungsi sebagai sumber pendapatan jangka panjang yang krusial. Dana dari penyewaan kapasitas komputasi tersebut dapat digunakan untuk mendanai berbagai proyek ambisius berbiaya tinggi di masa depan.
Berdasarkan data keuangan perusahaan, SpaceX sebelumnya telah mencatatkan sejumlah kesepakatan penyewaan kapasitas komputasi bernilai fantastis dengan berbagai perusahaan teknologi seperti Anthropic, Alphabet, hingga Reflection AI. Mengingat pendapatan SpaceX pada tahun 2025 tercatat sebesar 18,7 miliar dolar Amerika Serikat dengan kerugian bersih 4,9 miliar dolar Amerika Serikat, pemasukan dari sewa infrastruktur AI ini menjadi sangat berarti. Dengan tambahan GPU Nvidia, SpaceX memiliki peluang lebih besar untuk memperluas bisnis layanan awan guna mendanai ambisi pembangunan pusat data di orbit luar angkasa mulai tahun 2028.
Kendati potensi jangka panjangnya tampak menjanjikan dengan target harga saham analis mencapai kisaran 212 dolar Amerika Serikat hingga lebih dari 900 dolar Amerika Serikat, para investor tetap perlu mewaspadai volatilitas pasar. Menurut pengamat finansial, kesuksesan investasi ini sangat bergantung pada kemampuan pemegang saham dalam menghadapi fluktuasi harga yang ekstrem selama masa transisi ekspansi infrastruktur AI tersebut.