Almonty Industries secara resmi telah mengantongi lampu hijau dari pemerintah Korea Selatan guna memulai pemrosesan komersial konsentrat tungsten di tambang Sangdong. Berdasarkan pantauan redaksi, fasilitas tambang tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 200.000 metric tonne units (MTU) per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, otoritas Korea Selatan telah menerbitkan sertifikat inspeksi fasilitas pertambangan yang memberikan wewenang kepada Almonty untuk mengoperasikan unit penghancur serta fasilitas pemrosesan di Sangdong. Langkah perizinan ini sekaligus menandai tahap regulasi terakhir yang krusial sebelum perusahaan memulai distribusi komersial konsentrat tersebut di tengah ketatnya pembatasan ekspor dari China.
"Harga tungsten berada di level tertinggi sepanjang masa, China telah memperketat kendali atas material yang diandalkan oleh basis industri Barat, dan mulai Januari 2027 aturan pengadaan pertahanan Amerika Serikat akan melacak asal usul penambangan bijih tersebut," ujar Lewis Black selaku Chairman dan CEO Almonty, sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya.
Sementara itu, saham Almonty yang tercatat di bursa New York mengalami lonjakan sebesar 5,9 persen menjadi $14,66 per lembar saham menyusul pengumuman penting ini. Di sisi lain, lebih dari 90 persen hasil produksi tahap awal dari tambang Sangdong telah resmi dikontrak oleh Global Tungsten & Powers LLC melalui perjanjian jangka panjang berdurasi 21 tahun.