Berdasarkan pantauan redaksi, ketika kapasitas penyimpanan komputer atau laptop mulai menipis, sebagian besar pengguna biasanya langsung memilih untuk menghapus aplikasi atau memindahkan dokumen pribadi ke layanan penyimpanan cloud. Padahal, beberapa fitur bawaan sistem operasi Windows ternyata memakan ruang penyimpanan yang sangat besar di latar belakang tanpa disadari oleh penggunanya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengalaman seorang penulis teknologi sekaligus mantan insinyur sipil bernama Pankil, ia berhasil mengosongkan ruang penyimpanan hingga 65 gigabita pada perangkatnya hanya dengan menonaktifkan empat fitur bawaan Windows yang jarang ia gunakan secara optimal.
Fitur pertama yang menjadi sorotan adalah hibernasi atau Hibernation, yang berfungsi untuk menyimpan status sesi aktif komputer ke sebuah file bernama hiberfil.sys sebelum perangkat dimatikan. "Fitur ini sangat berguna, tetapi ukuran filenya bisa sangat besar dan memakan sekitar 40 hingga 75 persen dari total kapasitas RAM perangkat," ungkapnya.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa file hibernasi ini dapat dengan mudah menggerus kapasitas penyimpanan pada SSD yang berukuran kecil. Bagi pengguna yang lebih memilih mematikan komputer secara total atau menggunakan mode sleep untuk istirahat singkat, menonaktifkan hibernasi melalui Command Prompt dengan hak administrator merupakan langkah yang sangat efektif.
Selain hibernasi, paging file atau memori virtual Windows juga sering kali membengkak secara drastis hingga puluhan gigabita untuk mengantisipasi kekurangan RAM fisik. Menurut pengamatan redaksi, Windows secara otomatis memperbesar ukuran file ini saat digunakan untuk aktivitas berat, namun jarang memperkecilnya kembali secara otomatis setelah aktivitas tersebut selesai.
Untuk mengatasinya, pengguna dapat mengatur batas ukuran minimum dan maksimum paging file secara manual melalui menu pengaturan performa lanjutan di sistem. Langkah penyesuaian ini terbukti mampu menghemat puluhan gigabita ruang penyimpanan tanpa mengorbankan stabilitas performa sistem saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
Fitur bawaan ketiga yang dapat diatur ulang adalah System Restore yang memakan sekitar 2 persen ruang penyimpanan secara default untuk menyimpan titik pemulihan sistem. Mengingat sistem operasi modern kini telah menyediakan opsi pemulihan alternatif yang lebih praktis, mematikan perlindungan sistem klasik ini dapat menjadi solusi tambahan untuk merebut kembali ruang penyimpanan yang berharga.
Terakhir, fitur Delivery Optimization yang bertugas membagikan file pembaruan sistem ke perangkat lain melalui jaringan lokal maupun internet juga kerap menyita ruang penyimpanan hingga puluhan gigabita. Pengguna dapat membersihkan file sisa pembaruan ini menggunakan fitur Disk Cleanup serta mematikan opsi unduhan dari perangkat lain melalui menu pengaturan Windows Update agar kapasitas penyimpanan tetap lega.