Berdasarkan investigasi The Wall Street Journal, Duta Besar Amerika Serikat untuk Yunani Kimberly Guilfoyle dikabarkan mendesak pemerintah Bulgaria untuk membeli gas alam cair atau LNG senilai miliaran dolar melalui sebuah perusahaan spesifik asal Yunani. Langkah tersebut memicu sorotan tajam terkait dugaan keterlibatan kepentingan privat dalam diplomasi energi di kawasan Eropa Tenggara.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam kunjungannya ke Sofia, Guilfoyle didampingi oleh Christos Marafatsos, seorang pelobi untuk perusahaan konstruksi Yunani bernama Aktor, saat melakukan pertemuan dengan para pejabat tinggi Bulgaria termasuk Presiden Iliana Yotova. Menurut pengamatan tim redaksi dari berbagai laporan media internasional, kehadiran Marafatsos yang merupakan warga negara swasta dalam pertemuan diplomatik resmi menimbulkan kebingungan di kalangan pejabat asing.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Aktor merupakan perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan energi milik negara Yunani, DEPA, untuk memasok LNG asal Amerika Serikat ke kawasan Eropa Tenggara melalui skema Koridor Gas Vertikal. Proyek ambisius ini dirancang untuk mendistribusikan energi dari Yunani hingga Ukraina guna mengurangi ketergantungan benua biru terhadap pasokan energi asal Rusia.
Menurut Robin Brooks, mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat yang berpengalaman di bidang diplomasi kawasan Balkan, tindakan seorang duta besar yang mempromosikan perusahaan asing tertentu dinilai "absolut bermasalah". Ia menambahkan bahwa keterlibatan pelobi terdaftar dalam agenda resmi pemerintah memunculkan pertanyaan serius mengenai transparansi kebijakan luar negeri.
Di sisi lain, pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat membela tindakan Guilfoyle dengan menyatakan bahwa seluruh agenda perjalanannya bertujuan murni untuk memajukan kepentingan nasional. "Untuk meningkatkan penjualan LNG Amerika Serikat kepada mitra-mitra Eropa dan mengurangi ketergantungan Eropa dari gas Rusia," ujar seorang pejabat kedutaan menegaskan kepatuhan terhadap pedoman Departemen Luar Negeri.