Berdasarkan laporan terbaru dari pengawas internal, investigasi terhadap proyek renovasi Federal Reserve yang memakan biaya besar memastikan bahwa tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun miskomduksi administratif oleh mantan pejabat tinggi bank sentral tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pantauan redaksi dari dokumen resmi lembaga pengawas, penyelidikan ini bermula atas permintaan langsung dari Jerome Powell pada Juli 2025 menyusul pembengkakan anggaran renovasi yang memicu kontroversi serta kritik terbuka dari Presiden Donald Trump.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dirilis, pihak inspektur jenderal menegaskan bahwa "at no point during our evaluation did we find reasonable grounds to believe that a violation of federal criminal law had occurred requiring a referral to the U.S. Attorney General in accordance with the Inspector General Act".
Selain itu, laporan tersebut juga mencatat adanya beberapa kekurangan dalam tata kelola manajemen proyek yang memerlukan tindakan korektif, namun ditegaskan kembali bahwa tidak ada unsur pelanggaran hukum pidana federal ataupun administratif yang ditemukan selama proses penyelidikan berlangsung.
Dari pengamatan tim redaksi, situasi ini terjadi di tengah dinamika transisi kepemimpinan bank sentral Amerika Serikat di mana Jerome Powell menyatakan niatnya untuk tetap berada di Dewan Gubernur Fed sementara Kevin Warsh bersiap mengambil alih posisi kepemimpinan.