Berdasarkan pantauan redaksi, dunia keamanan siber kembali dihebohkan dengan kemunculan varian terbaru dari keluarga malware MacSync yang kini secara agresif menyasar para pengguna sistem operasi macOS, pengembang perangkat lunak, serta komunitas pencinta aset kripto. Peneliti keamanan dari Kaspersky melaporkan bahwa infostealer yang awalnya muncul pada tahun 2025 ini telah berkembang pesat dengan menambahkan modul backdoor yang berbahaya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam laporan terbarunya, malware ini didistribusikan melalui berbagai cara, termasuk menyamar sebagai aplikasi dompet kripto palsu bernama Toria serta memanfaatkan file gambar disk DMG berbahaya yang memuat skrip tersembunyi. Menurut analisis tim keamanan, pelaku kejahatan siber menggunakan teknik rekayasa sosial yang cangkang infeksinya dirancang untuk menghindari deteksi dini sistem keamanan perangkat korban.
"Versi terbaru dari infostealer ini memulai rantai infeksi dengan gambar DMG berbahaya dan menunjukkan karakteristik canggih di hampir setiap tahapannya," ungkap laporan tim peneliti keamanan siber terkait teknik baru yang digunakan oleh para pembuat malware tersebut.
Dari pengamatan tim redaksi, setelah berhasil masuk ke dalam perangkat korban, modul infostealer akan langsung mengumpulkan data penting dan mengirimkannya ke server pengendali milik peretas. Sementara itu, modul backdoor akan menyamar sebagai aplikasi sistem untuk memastikan kelanggengan akses di dalam sistem operasi macOS milik korban tanpa disadari.