Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech
/home / software / Saham Adobe Melonjak di Tengah...
SOFTWARE

Saham Adobe Melonjak di Tengah Sentimen Positif Inflasi AS

Grafik pergerakan saham Adobe dan analisis pasar teknologi di Wall Street.

Grafik pergerakan saham Adobe dan analisis pasar teknologi di Wall Street.

Saham Adobe (NASDAQ: ADBE) terpantau mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Rabu, sejalan dengan pergerakan positif di sektor teknologi menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari proyeksi para ekonom. Berdasarkan pantauan redaksi, kenaikan ini terjadi tanpa adanya pengumuman perusahaan secara spesifik pada hari yang sama, melainkan didorong oleh sentimen makroekonomi yang lebih luas.

Berdasarkan data dari Biro Analisis Ekonomi Amerika Serikat, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang menjadi acuan utama Federal Reserve tercatat naik 0.3 persen secara bulanan, lebih rendah dari estimasi pasar sebesar 0.4 persen. "Nasdaq is up 0.65% and the S&P 500 has gained 0.37%," catat laporan pasar, dengan sektor teknologi memimpin penguatan sebesar 0.8 persen.

Meskipun mencatatkan lonjakan harian, analis pasar mencatat bahwa saham Adobe masih berada dalam tren pelemahan jangka panjang dan anjlok sekitar 32 persen secara tahun berjalan. Berdasarkan data Benzinga Pro, rasio harga terhadap pendapatan masa depan (forward P/E) perusahaan berada di level 8.45 kali, mencerminkan diskon valuasi yang cukup dalam dibandingkan para kompetitor di industri sejenis.

Dari sisi kinerja bisnis, fondasi fundamental perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid, termasuk lonjakan pendapatan berulang tahunan dari lini kecerdasan buatan yang tumbuh lebih dari 150 persen secara tahunan pada kuartal fiskal ketiga. Selain itu, Adobe baru-baru ini juga memproyeksikan belanja liburan online di Amerika Serikat mencapai US$275,1 miliar menjelang akhir tahun.

Kendati demikian, pengamat teknikal mengingatkan bahwa struktur rerata pergerakan harga saham Adobe masih menunjukkan sinyal bearish dengan posisi harga yang berada di bawah garis tren utama. Menurut para pelaku pasar, setiap kenaikan harga masih berpotensi menghadapi tekanan jual yang ketat sebelum benar-benar mampu membalikkan tren jangka pendek ke arah yang lebih positif.

// TOPICS
Spesialis Gadget & Hardware Review

Saadat Salahudin adalah penggemar gadget dan pakar hardware dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang review produk teknologi. Berbasis di Jakarta, ia telah menguji ribuan perangkat dari smartphone, laptop, hingga perangkat IoT. Analisisnya yang mendalam dan objektif tentang performa hardware, desain, dan nilai produk sangat dihargai oleh para pembaca. Ia sering diundang sebagai pembicara di berbagai acara teknologi dan peluncuran produk.