Saham Salesforce Inc. (NYSE:CRM) terpantau mencatatkan lonjakan harga yang signifikan pada perdagangan hari Rabu. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pergerakan positif ini tampaknya didorong oleh pemulihan yang lebih luas di sektor saham teknologi dan perangkat lunak menyusul rilis data inflasi yang lebih dingin dari perkiraan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan data Bureau of Economic Analysis (BEA), indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) tumbuh sebesar 0,3% secara bulanan pada bulan Agustus, atau berada di bawah estimasi para ekonom yang mematok angka 0,4%. Sementara itu, inflasi PCE utama tertahan pada tingkat tahunan sebesar 3,4%, lebih rendah dari konsensus pasar yang berada di level 3,7%.
Menurut laporan pasar, penurunan tekanan inflasi ini memberikan angin segar bagi saham-saham sektor teknologi karena meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga yang agresif, sehingga mengurangi tekanan pada valuasi perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan. Sentimen positif tersebut juga diperkuat oleh pengumuman akuisisi platform riset pelanggan berbasis kecerdasan buatan, Listen Labs, yang disepakati sebelumnya.
Dari perspektif analisis teknikal, saham Salesforce masih berada dalam pola tren jangka panjang yang konstruktif meskipun menghadapi ketegangan jangka pendek di sekitar rata-rata pergerakan 20 hari. Angka Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di level 50,03 yang mencerminkan kondisi netral tanpa adanya indikasi jenuh beli maupun jenuh jual yang ekstrem.
Dari pantauan redaksi, saham Salesforce tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,85% ke level 229,47 dolar AS pada saat publikasi berita ini dirilis. Pelaku pasar kini terus memantau level-level kunci harga untuk melihat kelanjutan tren bullish di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.