Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech
/home / software / Toko Aplikasi Terbuka F-Droid Resmi...
SOFTWARE

Toko Aplikasi Terbuka F-Droid Resmi Menolak Program Verifikasi Google

Toko aplikasi open source F-Droid menolak kebijakan verifikasi pengembang dari Google

Toko aplikasi open source F-Droid menolak kebijakan verifikasi pengembang dari Google

Program verifikasi pengembang kontroversial yang diinisiasi oleh Google resmi mulai digulirkan di empat negara, yakni Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand. Berdasarkan pantauan redaksi, kebijakan ini berlaku untuk perangkat-perangkat Android bersertifikat, di mana perusahaan berencana memperluasnya ke seluruh sumber instalasi secara global pada tahun 2027 mendatang.

Meskipun dokumen resmi Android mengeklaim bahwa langkah ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran malware serta meningkatkan kepercayaan pengguna, para pengembang justru melayangkan kritik tajam. Mereka menolak untuk mematuhi aturan tersebut, termasuk tim di balik F-Droid yang dikenal sebagai toko aplikasi sumber terbuka terbesar di ekosistem Android.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi terhadap ketentuan baru tersebut, pengembang diwajibkan membuat profil serta memverifikasi identitas mereka kepada Google jika ingin mendistribusikan aplikasi secara penuh. Selain biaya pendaftaran sebesar $25, pengembang perorangan harus menyerahkan foto identitas resmi serta bukti alamat, sementara organisasi memerlukan nomor D-U-N-S, situs web terverifikasi, dan dokumentasi resmi.

Selain itu, Google juga mewajibkan setiap aplikasi untuk didaftarkan secara terpisah dan diverifikasi melalui APK yang ditandatangani. Meskipun tersedia akun gratis, distribusinya dibatasi hanya untuk 20 perangkat terdaftar, dan aplikasi dari pengembang yang tidak terverifikasi akan diblokir bagi pengguna umum.

Menanggapi kebijakan ini, F-Droid merilis surat terbuka yang mengecam tindakan tersebut. "Google sedang mengubah Android dari sistem operasi terbuka menjadi platform yang terkunci," tulis F-Droid dalam pernyataannya, seraya memperingatkan bahwa kepatuhan terhadap syarat Google justru akan merugikan toko alternatif dan pengembang independen.

F-Droid secara tegas mengimbau seluruh pengembang agar tidak mendaftarkan diri pada program tersebut sekarang maupun di masa mendatang, serta mengajak komunitas teknologi untuk menjadi advokat kebebasan perangkat lunak. Sikap penolakan serupa juga disuarakan oleh pengembang NewPipe yang menganggap program ini sebagai bentuk pelanggaran privasi dan ancaman terhadap anonimitas kontributor.

Meskipun penerapan saat ini masih terbatas di empat negara sehingga unduhan APK langsung belum diperiksa secara ketat, perluasan global pada 2027 diprediksi akan menyulitkan distribusi aplikasi bagi pengembang independen. Pengamat industri menilai bahwa langkah ini menandai babak baru perdebatan sengit mengenai kontrol ekosistem seluler dan kebebasan digital.

// TOPICS
#f-droid #android #google #open_source #keamanan_siber #privasi_data #teknologi
Spesialis Gadget & Hardware Review

Saadat Salahudin adalah penggemar gadget dan pakar hardware dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang review produk teknologi. Berbasis di Jakarta, ia telah menguji ribuan perangkat dari smartphone, laptop, hingga perangkat IoT. Analisisnya yang mendalam dan objektif tentang performa hardware, desain, dan nilai produk sangat dihargai oleh para pembaca. Ia sering diundang sebagai pembicara di berbagai acara teknologi dan peluncuran produk.