Sandisk yang resmi menjadi perusahaan independen setelah pemisahan dari Western Digital pada Februari tahun lalu, kini mencatatkan performa keuangan yang luar biasa dan mencuri perhatian para pelaku pasar global.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, investasi awal sebesar USD500 pada saham Sandisk saat masa pemisahan tersebut kini telah melonjak drastis hingga bernilai lebih dari USD26.000, yang didorong oleh kelangkaan parah pada pasokan memori NAND flash di pasar global.
Menurut riset dari Gartner, lonjakan permintaan penyimpanan pusat data yang dipicu oleh teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence membuat pendapatan pasar NAND flash diproyeksikan meroket hingga 372% pada tahun ini.
Berdasarkan analisis tim redaksi, prospek jangka panjang sektor kecerdasan buatan tetap menjanjikan dengan perusahaan konsultan PwC yang memproyeksikan belanja modal tahunan untuk infrastruktur AI dapat meningkat dari USD800 miliar pada 2026 menjadi USD1,8 triliun pada 2050.
McKinsey memperkirakan pasar SSD enterprise dapat mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 35% antara 2024 hingga 2030, mengingat model bahasa besar yang kompleks membutuhkan akses data real-time dalam skala masif.
Selain itu, penambahan kapasitas produksi NAND flash baru membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 36 bulan, sehingga ketatnya pasokan dan tingginya harga diperkirakan akan terus mendukung pertumbuhan pendapatan Sandisk dalam beberapa tahun ke depan.
Pendapatan perusahaan melesat sebesar 175% pada tahun fiskal 2026 yang berakhir pada 3 Juli menjadi USD20,25 miliar, sementara laba bersih per saham yang disesuaikan atau EPS melonjak signifikan dari USD2,99 menjadi USD70,88 pada periode yang sama.
Manajemen Sandisk dalam presentasi hari investor bulan lalu menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan pendapatan mereka diproyeksikan berada di kisaran menengah hingga tinggi antara tahun fiskal 2028 dan 2030, didukung oleh margin operasional non-GAAP sekitar 75%.
Dengan asumsi pertumbuhan laba yang konservatif dan kelanjutan tren investasi infrastruktur AI yang masif, para analis menilai bahwa alokasi dana sebesar USD500 pada saham Sandisk saat ini masih menyimpan potensi keuntungan yang menjanjikan hingga tahun 2030.