Berdasarkan pantauan tim redaksi, bursa saham Amerika Serikat berhasil bangkit dari tekanan awal perdagangan dan ditutup menguat pada hari Rabu. Menurut laporan pasar, indeks utama seperti S&P 500 memantul dari level terendahnya dalam dua minggu terakhir setelah aksi jual di pasar obligasi global mereda.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut data dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, klaim pengangguran awal mingguan tercatat turun menjadi 197.000, yang berada di bawah ekspektasi para ekonom. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, data tenaga kerja yang solid ini sempat memicu kekhawatiran bahwa inflasi yang persisten akan mendorong Federal Reserve mengambil langkah agresif terkait suku bunga.
Berdasarkan keterangan pasar, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat sempat melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade sebelum akhirnya berbalik arah. Penurunan imbal hasil ini terjadi setelah Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson mengisyaratkan bahwa bank sentral mungkin akan bersikap sabar sebelum memutuskan kenaikan suku bunga lanjutan.
Menurut analisis Scott Welch selaku chief investment officer di Certuity di Potomac, Maryland, "Everybody’s adjusting to a new normal. There’s nothing particularly scary about what’s happening in the markets right now; it’s just a little bit different than what people have been used to operating in over the past few years, and it’s going to take some adjustment." Sementara itu, sektor energi dan teknologi turut memimpin penguatan di tengah dinamika pasar keuangan global.