Berdasarkan pantauan tim redaksi dari laporan Finance Magnates, CME Group berencana meluncurkan kontrak berjangka indeks saham baru bernama E-nano yang dirancang khusus untuk mengurangi hambatan ukuran posisi minimum yang kerap dikeluhkan oleh trader ritel.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut rencana yang disampaikan, kontrak baru ini akan mencakup indeks utama seperti S&P 500, Nasdaq-100, Russell 2000, dan Dow Jones Industrial Average dengan ukuran hanya sepersepuluh dari Micro E-mini dan seperseratus dari E-mini standar.
Dari pengamatan industri keuangan, instrumen kontrak selisih harga atau CFD masih menjadi pilihan populer karena menyederhanakan proses trading tanpa tanggal kedaluwarsa tetap serta penanganan administratif yang diurus langsung oleh broker.
Menurut Sharon Brimer selaku Senior Director of Dealing di eToro, pihaknya melihat kontrak berjangka E-nano sebagai produk pelengkap alih-alih pesaing langsung bagi CFD karena preferensi trader ritel yang beragam.
"Kami melihat E-nano futures sebagai produk pelengkap daripada kompetitor langsung ke index CFD," ujar Brimer dalam keterangannya.
Berdasarkan data volume perdagangan CME pada Juli lalu, produk berukuran kecil tidak otomatis langsung menciptakan likuiditas tinggi tanpa dukungan distribusi dan kedalaman buku order yang memadai di pasar.