Berdasarkan pantauan redaksi, jutaan data pribadi milik personel militer Amerika Serikat dilaporkan bocor akibat serangan siber yang berlangsung tanpa terdeteksi selama berbulan-bulan. Peretasan masif ini melibatkan Defense Manpower Data Center (DMDC), sebuah badan pengelola data personel di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan yang diterima dari pihak berwenang, kerentanan keamanan pada sistem berbagi file DMDC pertama kali ditemukan pada 16 Juli 2026. Penyelidikan lanjutan menunjukkan bahwa pihak tidak berwenang telah mengekstrak berbagai informasi sensitif sejak Oktober 2025.
Pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa insiden tersebut berdampak pada sekitar 2,76 juta individu yang masih aktif serta 294.000 orang yang telah meninggal dunia. Data yang bocor mencakup Nomor Jaminan Sosial, nama lengkap, tanggal lahir, informasi kontak, hingga rekam jejak dinas militer.
Dari pengamatan tim redaksi, hingga saat ini belum ada indikasi penyalahgunaan langsung terhadap dokumen yang bocor tersebut. Kendati demikian, para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa data berharga ini berisiko dijual di pasar gelap atau dimanfaatkan untuk serangan phishing yang sangat terarah.