Cathie Wood dikenal luas sebagai seorang investor yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang. Namun, karakteristik tersebut tidak membuatnya ragu untuk memanfaatkan peluang beli ketika portofolio investasinya sedang berada di bawah tekanan pasar. Berdasarkan pantauan redaksi, pendiri sekaligus CEO Ark Invest ini terpantau menambah posisi pada beberapa Exchange-Traded Funds (ETF) miliknya setelah tiga saham andalannya mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan aktivitas perdagangan teranyar, Ark Invest resmi melakukan aksi beli selektif terhadap saham CoreWeave, SpaceX, dan X-Energy. Langkah ini diambil tepat saat ketiga saham tersebut masing-masing mengalami koreksi sebesar 3%, 7%, dan 10%. Dari pengamatan tim redaksi, pergerakan dana kelolaan Wood ini menunjukkan strategi agresif dalam berburu saham-saham inovasi yang sedang mengalami diskon harga di pasar modal Amerika Serikat.
Saham CoreWeave sendiri telah mengalami pemotongan nilai yang hampir menyentuh angka 48% sejak mencapai puncaknya tahun lalu. Meski demikian, perusahaan hyperscaler yang fokus pada penyediaan GPU untuk kecerdasan buatan (AI) generasi baru ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang luar biasa hingga 112% menjadi lebih dari 2 miliar dolar AS pada kuartal terakhirnya. CoreWeave bahkan mengantongi backlog pesanan senilai 99,4 miliar dolar AS, termasuk komitmen besar dari Meta Platforms.
Di sisi lain, SpaceX baru saja masuk ke dalam indeks Nasdaq-100 namun sahamnya justru terkoreksi 7% ke level 34% di bawah harga tertingginya. Berdasarkan data keuangan terkemuka, perusahaan yang mengelola Starlink dan layanan peluncuran roket ini memiliki kapitalisasi pasar di atas 2 triliun dolar AS dengan pertumbuhan yang sangat masif, meskipun saat ini belum membukukan laba bersih. Sementara itu, X-Energy yang bergerak di sektor reaktor nuklir modular kecil juga turut diborong Wood setelah sahamnya jatuh 55% dari harga puncaknya akibat penundaan konstruksi.