Berdasarkan pantauan redaksi, pasar saham di Wall Street mengalami tekanan dan ditutup melemah seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang Amerika Serikat. Indeks utama seperti S&P 500, Dow Jones Industrial Average, serta Nasdaq komposit kompak terkoreksi di tengah kekhawatiran investor terhadap dinamika ekonomi makro terkini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan data pasar, indeks S&P 500 turun 0,2% atau 12,85 poin ke level 7.670,84, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 0,3% atau 131,59 poin menjadi 51.349,92. Adapun indeks komposit Nasdaq melemah tipis 0,1% atau 22,84 poin ke posisi 26.797,54, sedangkan indeks perusahaan kecil Russell 2000 ikut tergelincir 0,4%.
Tekanan di pasar saham ini terjadi di tengah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun yang menyentuh angka 5,25%, yang merupakan level tertinggi dalam 24 tahun terakhir. Menurut pengamatan tim redaksi, pergerakan ini dipicu oleh fluktuasi tajam harga minyak mentah di tengah situasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Meskipun harga minyak mentah Brent sempat mengalami penurunan sebesar 1,7% ke level USD 96,16 per barel pada perdagangan hari Selasa, level tersebut masih berada jauh di atas posisi harga pada musim panas lalu. Kondisi geopolitik dan pasar energi ini terus dicermati oleh para pelaku pasar keuangan global.