Berdasarkan pantauan redaksi, raksasa teknologi Apple akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait keputusannya menghapus sejumlah aplikasi pelacak lokasi U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) dari App Store pada tahun lalu. Langkah kontroversial ini sempat memicu penyelidikan dari kalangan parlemen Amerika Serikat setelah aplikasi populer seperti ICEBlock mendadak hilang dari peredaran digital.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut surat yang dikirimkan Apple kepada Anggota DPR Amerika Serikat Jamie Raskin pada Juli 2026 lalu, penghapusan tersebut didorong oleh kekhawatiran mendalam mengenai keselamatan para petugas di lapangan. Isu keamanan ini turut disorot oleh pemerintahan Donald Trump menyusul insiden penembakan fatal yang merenggut nyawa dua tahanan di kantor U.S. Immigration and Customs Enforcement di Dallas.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa aplikasi seperti ICEBlock dinilai melanggar Pedoman Tinjauan Aplikasi atau App Review Guidelines nomor 1.1.1. Aturan tersebut secara tegas melarang penyediaan informasi lokasi penegak hukum secara real-time yang berpotensi membahayakan keselamatan individu maupun kelompok petugas.
Menanggapi kebijakan tersebut, Jamie Raskin sebelumnya telah meluncurkan penyelidikan mendalam untuk menginvestigasi dugaan intervensi Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam penghapusan aplikasi dari App Store maupun Google Play Store. Kendati demikian, hingga kini aplikasi ICEBlock dipastikan belum kembali tersedia di platform unduhan resmi Apple tersebut.